Rahmiati
br. Kombih
15.01.011.021
Ringkasan
Pengolahan mangan di Sumbawa
MANGAN atau disingkat Mn adalah
unsur kimia dengan nomor atom 25 dan massa atom 54,9380. Mangan ini
merupakan unsur logam berwarna abu-abu kehitaman dngan titik lebur 1.245° C dan
titik didih 2.097° C., Konfigurasi elektron mn dengan nomor atom 25 adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s2.
Mangan mempunyai warna abu-abu kehitaman dengan kilap metalik sampai
submetalik, kekerasan 2 – 6, berat jenis 4,8, massa jenis 7.21 g/cm3,
berbentuk massif, reuniform, botryoidal, stalaktit, serta
kadang-kadang berstruktur fibrous
Sifat Kimia dan Fisika Mangan:
q Mangan merupakan logam keras dan getas berwarna
abu-abu merah muda.
q Logam ini sulit mencair, tapi mudah teroksidasi.
Mangan murni bersifat amat reaktif dan dalam bentuk bubuk akan terbakar dengan
oksigen, serta larut dalam asam encer.
q Mangan merupakan salah satu logam yang paling melimpah
di tanah yang terutama berbentuk senyawa oksida dan hidroksida.
q Mangan terjadi terutama sebagai pyrolusite (MnO2), dan
pada jumlah lebih rendah sebagai rhodochrosite (MnCO3).
Bijih mangan di Indonesia ditemukan di Provinsi:
Nanggroe Aceh Darussalam,Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera
Selatan, Bengkulu, Bangka--Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa
Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara,
Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. Terdapat sekitar
13.015.340.000 m3 (Pusat SDG,
2013).
Terdapat sekitar 3.015.340.000 m3 batuan
pirolusit yang mengandung kadar mangan yang tinggi, yang tersebar di pulau
Sumbawa (Pusat Sumber Daya Geologi, 2006). Tersebar diwilayah Sumbawa Barat dan di Sumbawa Timur.
Jenis- Jenis Mn :
Ø Pirolusit (MnO2)
Pirolusit adalah mineral murni mangan oksida dan
merupakan salah satu sumber bijih mangan yang penting.
Ø Manganit (Mn2O3.H2O)
Manganit mempunyai system kristal monoklin dan di alam
sering dijumpai dalam bentuk batang – batang kecil memanjang, bergurat-gurat,
atau sebagai gumpalan-gumpalan membulat berwarna gelap.
Ø Psilomelane (MnO.MnO2.2H2O)
Psilomelane mempunyai system kristal orthorombik,
tetapi dialam tidak pernah dijumpai dalam bentuk kristal.
Ø Hausmanit
(Mn3O4)
Hausmanit Mempunyai sistem kristal berbentuk
tetragonal dengan berat jenis 4,7 – 4,8, berwarna hitam kecoklatan.
Ø Rhodokrosit (MnCO3)
Rodokrosit dengan system kristal benbentuk hexagonal dan
biasanya dijumpai dialam dalam bentuk rombik atau butiran-butiran
berwarna merah muda atau pink.
Ø Rhodonit (MnSiO3)
Rhodonit mempunyai sistem kristal triklin dan memiliki
berat jenis 3,4 – 3,7, berwarna hitam kecoklat – coklat. Rhodonit memiliki
kekerasan 5,0 – 6,0. Kilap seperti gelap, suram seperti kaca.
Di sumbawa sendiri, jenis mineral Mn yang banyak
ditemukan dalam bentuk oksida (Pirolusit)
dan dalam bentuk sulfida (Rhodonit).
(Kurniawan, 2015).
Metode
Pengolahan Mn
q Metalurgi didefinisikan sebagai ilmu dan teknologi
untuk memperoleh sampai pengolahan logam yang mencakup tahapan dari pengolahan
bijih mineral.
q Berdasarkan tahapan rangkaian kegiatannya, metalurgi
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu metalurgi ekstraksi dan metalurgi fisika.
q Metalurgi ekstraksi yang banyak melibatkan
proses-proses kimia, baik yang temperatur rendah dengan cara pelindian maupun
pada temperatur tinggi dengan cara proses peleburan utuk menghasilkan logam
dengan kemurnian tertentu, dinamakan juga metalurgi kimia.
q Adapun proses-proses dari ekstraksi metalurgi /
ekstraksi logam itu sendiri antara lain adalah pyrometalurgy (proses
ekstraksi yang dilakukan pada temperatur tinggi).
q Hydrometalurgy (proses ekstraksi yang dilakukan pada
temperatur yang relatif rendah dengan cara pelindian dengan media cairan).
Dan electrometalurgy (proses ekstraksi yang melibatkan
penerapan prinsip elektrokimia, baik pada temperatur rendah maupun pada
temperatur tinggi).
Proses Hidrometalurgi
Secara garis besar, proses hidrometalurgi terdiri
dari tiga tahapan yaitu:
- Leaching
atau pengikisan logam dari batuan dengan bantuan reduktan organik.
- Pemekatan
larutan hasil leaching dan pemurniannya.
- Recovery
yaitu pengambilan logam dari larutan hasil leaching.
Keuntungan
proses Hidrometalurgi:
- Bijih tidak
harus dipekatkan, melainkan hanya harus dihancurkan menjadi bagian-bagian
yang lebih kecil.
- Pemakaian
batubara dan kokas pada pemanggangan bijih dan sekaligus sebagai reduktor
dalam jumlah besar dapat dihilangkan.
- Polusi
atmosfer oleh hasil samping pirometalurgi sebagai belerang dioksida,
arsenik (III) oksida, dan debu tungku dapat dihindarkan.
- Untuk
bijih-bijih peringkat rendah (low grade), metode ini lebih efektif.
- Suhu
prosesnya relatif lebih rendah.
- Reagen yang
digunakan relatif murah dan mudah didapatkan.
- Produk yang
dihasilkan memilki struktur nanometer dengan kemurnian yang tinggi.
Proses Pirometalurgi :
Ø Drying (Pengeringan) adalah proses pemindahan panas
kelembapan cairan dari material.
Ø Calcining
(Kalsinasi) Kalsinasi adalah dekomposisi panas material. Proses kalsinasi
membawa dalam variasi tungku/furnace termasuk shaft furnace, rotary kilns dan
fluidized bed reactor.
Ø Roasting
(Pemanggangan) adalah pemanasan dengan kelebihan udara dimana udara dihembuskan
pada bijih yang dipanaskan disertai penambahan regen kimia dan pemanasan ini
tidak mencapai titik leleh (didih).
Ø Smelting adalah
proses peleburan logam pada temperatur tinggi sehingga logam, leleh dan mecair
setelah mencapai titik didihnya.
Ø Refining
(Pemurnian) Pemunian adalah pemindahan kotoran dari material dengan proses
panas.
Dampak
negatif proses Pirometalurgi:
- Panas yang
terasa oleh para pekerja yang berada di sekitar peralatan lebur.
- Gas buangan
yang mengandung racun (CO, NO2, SO2, dll).
- Debu dan
padatan yang beterbangan di sekitar pabrik.
- Terak
(slag) yang bisa mengotori atau merusak lahan, walaupun dapat juga
dimanfaatkan sebagai material pengisi (land fill), pengeras jalan (road
aggregate) dan campuran beton ringan (light weight concrete aggregate).
Aplikasi Mn dalam Industri






