Kamis, 01 Februari 2018

Membangun Profesionalisme di Dunia Kerja

                                                        Oleh: Rahmiati Br. Kombih
            Apapun latar belakang mu jagan pernah merasa minder untuk bersaing dengan yang lainya yang memiliki latar belakang pendidikan dan keluarga diatas kamu karena apa yang kita miliki  dimasa lalu tidak akan pernah bisa menjamin kita bisa suksese dimasa yang akan datang jadi siapkanlah dirimu untuk menjadi orang yang sukses dimasa yang akan datang, tidak ada yang instan semuanya harus memalui proses, baik proses panjang maupun proses yang sederhana oleh sebab itu teruslah berproses untuk lebih baik.

            Keadaan keluarga bukanlah alasan untuk kita menutup mata akan kesuksesan , daerah tinggal bukanlah landasan untuk kita mundur dalam dunia persaingan untuk berkarir.

            Karen kesuksesan tidak bisa dilihat dari apa yang sedang kamu geluti atau pelajari sekarang bisa saja kamu bekerja atau sukses dibidang yang lain. Oleh karena itu marilah belajar dari dini untuk berbagai bidang. Aku ada sedikit informasi  untuk sukses bagi kamu yang berkerja tidak sesuai dengan besik kuliah yang diambil dulu jdi gak usah minder kamu bisa lakukan ini:
         Sambil bekerja, tidak Berhenti belajar
         Hanya yang mau dan bisa belajar yang akan survive.
         Tidak ada orang yang ahli, yang ada adalah tahu terlebih dahulu.

Untuk membangkitkan semagat teman-teman yang berkerja tidak sesuai bidangnya aku ada contoh nyata             yaitu pak Suhartono, ST., MM. nah dari gelar ST yang di perjuangkan di UGM Yogyakarta   teman-teman udah tau kan kalo beliau ini lulusan S1  teknik tentu saja  beliau ini tidak berkerja di bidang teknik seperti gelar yang ia dapatkan saat S1 tapi beliau  berkerja di BNI cabang sumbawa sebagai Branch Manager dan merahih banyak kesuksesan di BNI. Beberapa prestasi yang beliau miliki saat bekarja di BNI:
  1. Menjadi tim inti sebagai Juara Harapan II Gugus Kendali Mutu (GKM) BNI Tingkat Nasional, Tahun 1999. Penyelenggara BNI – LPN : Aplikasi Integrated Cash Collateral Credit.
        Membuat formulir aplikasi cash collateral credit (C3) yang sebelumnya manual menjadi integrated dari formulir permohonan kredit sampai dengan administrasi kredit.
        Nilai tambah : Proses pemberian kredit C3 menjadi lebih cepat dimana sebelumnya 1 hari menjadi cukup 2 jam serta terhindar dari kesalahan penulisan data dalam proses pemberian kredit.
2. Tahun 2000 : Menemukan cara mencari selisih kas ATM.
         Pada saat itu, disamping menjadi Penyelia Pemasaran Bisnis, juga diserahi tugas melakukan restocking ATM.
         Masalahnya, rata-rata setiap 3 kali restocking kas ATM terjadi selisih kas ATM 1 kali @Rp. 50.000,- / ATM.
         Dengan diketemukannya cara mencari selisih kas ATM yang akurat, maka petugas ATM tidak lagi khawatir saat restocking kas ATM.
         Dengan diketemukannya cara mencari selisih kas ATM tersebut, maka dapat menyelamatkan potensi kerugian Bank BNI Milyaran rupiah, karena selisih disebabkan reversal transaksi yang sebenarnya sukses.
          

3. Juara I Innovation Reward pada Jul-2002, disampaikan langsung oleh Direktur Utama BNI, Penghargaan dengan No. : In.R/001/2002 mengenai Payroll System.
        Menemukan cara menginput payroll secara otomatis apapun jenis file yang dimiliki perusahaan.
        Nilai tambah : mempercepat proses pembayaran gaji, menghemat tenaga dan waktu serta berperan positif terhadap peningkatan bisnis Bank BNI baik funding maupun lending.
4. Juara II Lomba Opini pada Jul 2005 disampaikan oleh Divisi KMP dengan judul Sistem Informasi Produk dan Jasa BNI dalam format Web.
         Mendesign Sistem Informasi Produk dan Jasa BNI dalam format Web. Seluruh penjelasan produk BNI berikut tarif, simulasi dan formulir ditampilkan dalam halaman web.
         Mendapat penghargaan Juara II pada Lomba Opini yang diselenggarakan BNI Divisi Komunikasi Perusahaan.
         Nilai tambah : membantu Marketting dan Customer Service BNI mempermudah memahami dan menjelaskan product knowledge kepada nasabah karena produk BNI sudah tidak mungkin dihapal diluar kepala secara detail.

Masih banyak lagi prestasi beliau yang mungkin jika dituliskan blog ini tidak alkan bisa di baca selama tiga malam hehehe..
      Jadi pada perlu diperjelas lagi bahwa pendidikan dan gelar yang kamu emban tidak bisa jdi jaminan untuk kesuksesan kamu dalam duania perkerjaan utuk itu kita harus belajar dalam berbagai hal agar tidak kalah saing.
     



































SINTESIS DAN KARAKTERISASI SILIKA NANOPARTIKEL
DENGAN METODE SOL-GEL  DARI PASIR KUARSA BELITUNG

            Beberapa metode yang bisa digunakan dalam proses sintesis silika nanopartikel antara lain adalah metode sol-gel, metode kompresipitasi,metode gass phase proses,metode mikroemulsi,metode plasma spraying dan fogin, dan metode ionic surfactant precipitation.Sol-Gel dipilih kerena merupakan metode yang relatif mudah, murah dan cepat.Alat yang digunakan untuk Sol-Gel Shaker Mill,Gelas Kimia, Seperangkat Alat Titrasi,Ayakan 325 mesh,Termometer,Universal indicator, Hot Plate magnetic Stirrer dan Oven Analitik. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasir kuarsa dari pesisir pantai pulau belitung,Provinsi kepulauan bangka belitung yang telah mengalami proses pencucian dengan air,bahan-bahan lain adalah NaOh 98%, HCl 32%, Akuades,

    Silika yang dihasilkan dari pasir kuarsa tampa milling (a), hasil milling 30 menit (b),dan hasil milling 60 menit(c) pada Ph 7-8 berukuran 46,10165 nm,50,72242 nm, dan 51,39677 nm.Ukuran rata-rata partikel silika dari pasir kuarsa tanpa milling (a) yang dititrasi hingga Ph 4-5 dan Ph 1-2 memiliki ukuran partikel rata-rata 53,96468 nm dan 56,79152 nm.Perbedaan lama waktu milling dan pH titrasi terindikasi dapat mempengaruhi ukuran silika yang dihasilkan dari proses sintesis.