Jumat, 01 Desember 2017

PEMANFAATAN ALUMINA SUMBAWA

PEMISAHAN ALUMINIUM DARI ZEOLIT ALAM SUMBAWA SEBAGAI BAHAN DASAR SINTESIS ɣ-Al2O3




                 Aluminium oksida atau alumina dengan rumus kimia Al2O3 digunakan sangat luas di bidang teknologi dan industri sebagai katalis, adsorben, biomaterial, komposit, dan logam ringan (P.Tartaj et al, 2002). Alumina memiliki beberapa struktur seperti fasa α-, ɣ-, ƞ-, δ-, θ-, κ-, dan χ-, (Digne et al, 2002; Wang et al, 2008). Masing – masing fasa tersebut mempunyai sifat fisis yang berbeda dan diantara struktur transisi tersebut fasa ɣ- Al2O3 merupakan material yang paling luas digunakan sebagai substrat katalis dalam otomotif dan industri petroleum, komposit 1ctahedral untuk pesawat luar angkasa, serta pelapis tahan panas (Thermal wear coatings) (Wang et al, 2008). Hal ini disebabkan karena ɣ- Al2O3 memiliki struktur kubik yang higroskopis dan larut dalam asam, sedangkan α-Al2O3 memiliki struktur 1ctahedral seperti corundum/sapphire yang sangat keras karena memiliki sifat kesetabilan yang sangat tinggi sehingga tidak mudah larut dalam asam (Partington, 1961).

                   Sintesis alumina telah banyak dilaporkan dari berbagai material seperti bauksit, kaolin, abu batu bara (Yan et al, 2016) namun tidak dengan zeolit. Zeolit adalah kelompok mineral yang kandungan utamanya adalah silika dan alumina, sehingga memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bahan dasar sintesis alumina. Disisi lain, metode untuk sintesis alumina umumnya menggunakan metode basa atau lebih dikenal dengan proses Bayer. Metode basa atau proses Bayer telah digunakan untuk memisahkan alumininium dari bijih Nepheline dan bauksit dengan mengkontrol suhu pelindihan. Namun dalam proses Bayer ini terdapat batasan dimana jumlah kandungan silika dari minerial tidak boleh melebihi 10% (Andreas, 2012). Lain dengan proses bayer, metode asam yang dilanjutkan dengan proses presipitasi dapat memisahkan silika ataupun pengotor lainnya dengan alumina meskipun kandungan silika melebihi 10%, seperti pada zeolit alam yang memiliki kadar silika diatas 50%. Mineral zeolit alam dalam peneltian ini berasal dari pulau Sumbawa.

                       Sebagai daerah yang terkenal dengan kekayaan mineral, Sumbawa memiliki mineral zeolit alam yang telah ditetapkan sebagai sumber aluminium selain bauksit. Kandungan silika dari zeolit alam yang tinggi sekitar 54.6% dan 21.1% alumina, dapat disintesis dengan metode pelindihan dilanjutkan dengan presipitasi. Metode ini dapat dilakukan dalam sekala laboratorium, tidak membutuhkan peralatan yang rumit dan ekonomis.

Sehingga pada penelitian ini dilakukan pemisahan aluminium dari zeolit alam yang memanfaatkan sumber potensi lokal Sumbawa dengan metode asam dan proses presipitasi sebagai bahan dasar sintesis ɣ- Al2O3.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar